Minggu, 04 November 2012

Lembah Keabadian


Perjalanan panjang menemui akhir pada suatu senja
Berselimut dinginnya angin kemesraan kupapahkan langkah lelahku
Wajah - wajah tersenyum tersibak dibalik setangkai bunga
Masihkah kau ada saat hangat tak lagi merasuki raga
Ketika malam tertuang menggigilkan rusukku
Hangatkanku... Hangatkanku...

Langkah kaki membeku saat kutemukan mata air MU
Biarpun 5 helai penghangat tubuh ku kerahkan
Tetesan merah tak lagi terbendung
Kemanakah kau wahai kasih
Biarlah Hutan Sub alpin yang menjadi saksi
Saat kuikrarkan
"KURELA MATI DEMI MENCIUM KELOPAKMU"

Pagi itu di lembah Keabadian
Lembah Mandala wangi
Maha karya sang pencipta menggetarkan hati
Cahaya timur menuntun awan berada di bawah telapak kaki
Tak kuasa melihat keindahan Mu
Dan ingin kunyatan CINTA ku setulus embun pagi
Wahai EDELWEISS!!
Sang penjaga LEMBAH KEABADIAN!

AFK / @fardealz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar