Senin, 05 November 2012

Syukur #FF2in1

"APA SIH KERJAMU HANYA BERMALAS - MALASAN SAJA?"
Bosan aku mendengar santapan khas rutin dipagi hari. Aku hanya menikmati selimutku. Itu saja. Perempuan tua, aku tahu kau mencemaskanku. Biarlah, aku sudah punya rencana dalam hari ini. Aku hanya... aku hanya... sebentar saja menghilangkan sepat dimata.

Entahlah. Seringkali aku juga bersimpati pada engkau bun. Engkau setiap hari subuh - subuh sudah merapikan dagangan, membawa beban yang tak logis untuk ukuran badanmu. Aku ingin bersedih, tapi ya... nanti sajalah.

"memangnya kau tidak punya impian sedikitpun apa?" tanya bunda, walau sebagian besar hanya menjadi lalu - lalang dikepala.

"Bunda selalu saja menanyakan hal ini. Bosan Bun aku sejatinya." Biarlah, ia tidak tahu mungkin. Jawabku.

"Bun... Banyak kawanku yang berselimut dipagi hari. Toh malamnya ia bertamasya, bahagia, kenapa dipermasalahkan sih?"

"Kau ini memang MALAS!!" bunda meninggikan intonasi.

"Kau tahu pagi itu anugerah, syukuri ketika bisa menatap matahari, menghirup udara pagi, melepaskan angan setinggi fajar menyingsing berbalut awan. Kenapa tidak itu yang kau lakukan? tambahnya.

****

Sembab mataku mengingat ucapan bunda kala itu. Aku sekarang terkekang disebuah kamar. Disebuah tempat yang sulit rasanya sebatas jempol menyentuh lantai. Perut kebawah, tidak berarti lagi. Terangkut oleh kursi roda.

Syukur.... sekarang aku kehilangan momentum untuk mensyukuri pagi lagi diluar rumah.
Syukur.... adalah satu kata, namun maknanya melebihi prosa berjilid tujuh. Aku kehilangan makna.

"Bunda... aku salah" leleh air mataku.

bunda memeluk dan berbisik

"syukuri lah nak walau sedikit, kau sempat divonis kehilangan penglihatan dan pendengaran, tapi tuhan berkata lain"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar