Akhirnya kutemukanmu dalam belaian surya
Dalam rimba hujan tropis
Yang mencabik rusuk - rusukku
Dengan tiupan gelap
Mencekam... meredam...
Membelenggu ruang gerakku yang hampir mati.
Kau basuh keningku yang kian pucat
Kau terima setiap langkah lelahku di atas batuan cadas
Ketika ku tanya mengapa
Kau sajikan jawabannya membentang tersebar
Sejauh awan berkumpul
Kau dan aku cukup tenang disini
Melihat hutan - hutan yang terbelah karena jejak langkah kita
Melihat masa muda yang kian cerah
Secerah langit biru diatasnya
Sejelas Puncak Ciremai berdiri tegap di atas persimpangan Apuy - Palutungan
Inilah kami...
Sang penakluk mimpi
Aku yang karam akan masa lalu semakin membara
Melangkahkan sepatu boot ku menuju singgasana tertinggi
Hingga akhirnya tak terasa berat carriel di punggungku
Pagi itu
Di tanah tertinggi Jawa Barat
Kalian ajarkan aku
Bahwa "mimpi tidak untuk ditinggalkan, melainkan ditaklukkan
Maka kau bisa tersenyum kepada kenistaan dirimu"
Puncak Ciremai 18 September 2010
Dalam rimba hujan tropis
Yang mencabik rusuk - rusukku
Dengan tiupan gelap
Mencekam... meredam...
Membelenggu ruang gerakku yang hampir mati.
Kau basuh keningku yang kian pucat
Kau terima setiap langkah lelahku di atas batuan cadas
Ketika ku tanya mengapa
Kau sajikan jawabannya membentang tersebar
Sejauh awan berkumpul
Kau dan aku cukup tenang disini
Melihat hutan - hutan yang terbelah karena jejak langkah kita
Melihat masa muda yang kian cerah
Secerah langit biru diatasnya
Sejelas Puncak Ciremai berdiri tegap di atas persimpangan Apuy - Palutungan
Inilah kami...
Sang penakluk mimpi
Aku yang karam akan masa lalu semakin membara
Melangkahkan sepatu boot ku menuju singgasana tertinggi
Hingga akhirnya tak terasa berat carriel di punggungku
Pagi itu
Di tanah tertinggi Jawa Barat
Kalian ajarkan aku
Bahwa "mimpi tidak untuk ditinggalkan, melainkan ditaklukkan
Maka kau bisa tersenyum kepada kenistaan dirimu"
Puncak Ciremai 18 September 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar